Minggu, 21 November 2010

SAWAHLUNTOKU - WILAYAH SAWAHLUNTO



Kota Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang dengan luas wilayah 27.345 Ha atau 273.45 Km2. Secara administrasi terdiri dari 4 Kecamatan, 10 Kelurahan dan 27 desa. Jarak dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang (Ibu Kota Propinsi) adalah 95 km yang dapat dicapai melalui jalan darat dengan kondisi baik dalam waktu 2 jam dengan kendaraan roda empat.




Secara geografis Kota Sawahlunto berada pada 033’40” – 043’ 33” LS dan 100 43’ 13” – 100 50’ 40” BT, berbatas sebelah utara dengan Kabupaten Tanah Datar, sebelah Timur dengan Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung dan sebelah Selatan dan barat dengan Kabupaten Solok.Bentang alam Kota Sawahlunto terbentuk oleh perbukitan terjal, landai dan pendataran dengan elevasi 250 – 650 m diatas permukaan laut. Perbukitan terjal merupakan bentang alam yang menjadi faktor pembatas dalam pengembangan wilayah kota. Sedang pusat kota lama Sawahlunto terletak pada bentang alam landai sempit dan memanjang dengan luas 5,8 km2. Pendataran yang relatif lebar terdapat di wilayah Kecamatan Talawi, wilayah ini terbentang dari Utara ke Selatan, bagian Timur dan Selatan mempunyai topografi yang relatif curam (kemiringan lebih dari 40%), sedangkan di bagian utara bergelombang yang relatif datar. Luas wilayah Kota Sawahlunto paling banyak terletak pada ketinggian 100 – 500 m. Secara garis besar Kota Sawahlunto terdiri dari Kawasan Lindung (26,5%), dan Kawasan Budidaya (73,5). Penggunaan tanah yang dominan merupakan perkebunan campuran (34,1%), hutan lebat dan belukar (19,5%). Sedangkan danau (0,2%), danau ini merupakan bekas galian penambangan batu bara.
Seperti daerah lainnya di Propinsi Sumatera Barat, Kota Sawahlunto mempunyai iklim tropis dengan suhu berkisar antara 22 derajat C. Sepanjang tahun terdapat dua musim yaitu musim hujan pada bulan November sampai Juni dan musim kemarau pada bulan Juli sampai bulan Oktober. Curah hujan rata-rata lebih kurang sebesar 1.071,6 milimeter per tahun dan curah hujan rata-rata tertinggi terjadi pada bulan Desember.

PENDUDUK

Jumlah penduduk Kota Sawahlunto akhir tahun 2005 adalah sebanyak 52.457 jiwa terdiri dari 24.456 jiwa pria dan 26.777 jiwa wanita. Dengan kepadatan penduduk 191 jiwa/km2.
Mata pencaharian penduduk sangat beraneka ragam, seperti bekerja di bidang pertanian, sektor pertambangan dan bidang jasa. Struktur ekonomi masyarakat Kota Sawahlunto sebagian besar ditopang oleh sektor pertambangan. Subsektor pertanian, tanaman pangan, indusrti kecil/kerajinan rumah tangga dan sektor peternakan.
Dengan adanya perluasan wilayah berdasarkan peraturan pemerintah No.44 tahun 1990, Kota Sawahlunto tidak hanya dikenal sebagai daerah sentral industri kerajinan, makanan kecil, peternakan, buah-buahan melainkan juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata.

SARANA DAN PRASARANA
• TRANSPORTASI

Jalan Raya
Sarana perhubungan berupa jaringan jalan raya untuk menunjang kelancaran usaha investasi di Kota sawahlunto adalah sebagai berikut :
Jalan Negara sepanjang 8,15 km dengan kondisi baik dan kondisi permukaan diaspal. Jalan Kota Sepanjang 234,11 km dengan kondisi baik dan berbagai jenis permukaan. Tetapi, pada umumnya permukaan diaspal. Kesemua jalan ini merupakan penghubung kegiatan ekonomi dan perdagangan, baik dalam wilayah Kota Sawahlunto sendiri maupun dengan daerah lain, seperti Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung dan Kabupaten Tanah Datar.
Sedangkan untuk jalan kereta api (rel kereta api) yang semula digunakan untuk mengangkut batubara dari Kota Sawahlunto ke pelabuhan Teluk Bayur Padang sejak 2 tahun belakang tidak dimanfaatkan lagi oleh PT BA, hal ini disebabkan batu bara yang akan diangkut menggunakan jasa kereta api kapasitasnya tidak banyak lagi. Namun, beberapa bulan terakhir, kereta tersebut sudah mulai beroperasi lagi. Namun, bukan untuk mengangkut batu bara, melainkan sebagai kereta angkutan penduduk.
Sarana Angkutan
Di Kota Sawahlunto tersedia sarana angkutan umum yang siap melayani angkutan barang dan penumpang ke berbagai daerah tujuan, diantaranya, Bus Umum 17 buah, Truk 127 buah, Angkot dalam kota 50 buah, dan buah kereta api.

Sarana Perhubungan Air

Sebagai daerah pedalaman yang dilingkari bukit, Kota sawahlunto tidak mempunyai daerah pantai. Perhubungan laut hanya dapat melalui pelabuhan Teluk Bayur Padang dengan jarak 95 km dari Kota Sawahlunto dengan kondisi permukaan jalan baik dan diasapal.
Perhubungan darat di Kota Sawahlunto ada beberapa sungai antara lain Batang Ombilin, batang Malakutan, Batang Lunto, batang Lasi dan Batang Sumpahan. Kesemua alur sungai ini mengalir pada lembah perbukitan melalui suatu daerah aliran sungai, yaitu Batang Ombilin. Namun, bukan digunakan untuk angkutan sungai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.